Ide Usaha di Kampung dengan Modal Kecil

Bisnis

Membangun usaha di kampung dengan modal kecil menjadi dambaan banyak orang. Apalagi bila keuntungan yang akan didapatkan lebih dari cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tentunya hal itu sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan saat hidup di kampung.

Lalu apakah ada usaha di kampung yang membutuhkan modal kecil? Tidakkah semua usaha yang baru dirintis membutuhkan modal yang besar?

Wah ternyata ada lho usaha yang membutuhkan modah relatif kecil.

Dan usaha seperti ini pun cenderung lebih mudah bila dijalankan di kampung, sehingga cocok untuk dicoba.

Ini dia beberapa usaha yang bisa kamu jalankan dengan modal cukup kecil, check it out!

usaha di kampung modal kecil

1.      Ternak ayam potong

Usaha ternak ayam potong membutuhkan modal yang relatif kecil dibanding usaha lainnya.

Pertama, sediakan lahan kosong yang jauh dari pemukiman warga. Tujuannya adalah agar limbah ayam tidak mengganggu pemukiman. Untuk lahan kosong ini, kamu bisa memanfaatkan areal kebon belakang rumah.

Kedua, buatlah kandang ayam dengan memanfaatkan bambu yang melimpah di kampung. Ukuran kandang bisa menyesuaikan dengan jumlah ayam yang hendak kamu beli.

Satu ekor anak ayam biasanya dihargai sekitar 7000 Rupiah. Kamu bisa membeli dalam jumlah 50 s.d 60 ekor dahulu. Mengingat masih dalam tahap merintis, sehingga jangan terlalu banyak dulu.

Jangan lupa untuk membeli pakan serta vitamin yang dibutuhkan. Lengkapi juga kandang ayam dengan penerangan yang memadai.

Nah, biaya untuk merintis usaha ternak ayam potong ini sekitar 5 jutaan. Keuntungannya per bulan bisa mencapai dua kali lipat dari modal awal. Bila terus berkembang, bukan tidak mungkin kamu bisa mendapatkan pendapatan bersih senilai 10 juta perbulan. Ini juga tergantung dari fluktuasi harga daging di pasaran setiap harinya.

2.      Usaha cuci motor

Untuk menjalankan usaha cuci motor, dibutuhkan tempat yang strategis alias dekat dengan lalu lintas antar desa. Pemilihan tempat ini sangat berpengaruh dengan lancar tidaknya usaha. Oleh karena itu, jangan sampai salah pilih ya..

Sebagaimana usaha ternak ayam potong, usaha cuci motor juga membutuhkan modal yang tidak terlalu besar.

Kamu hanya perlu membeli beberapa peralatan pendukung seperti mesin stream dan kompresor sebagai peralatan utamanya. Untuk peralatan pendukung ada kanebo, sikat, dan kain lap. Sedangkan untuk sarana pencuciannya ada busa, shampoo, serta semir ban.

Modal awal untuk memulai usaha ini hanya sekitar 7 jutaan.

Cukup murah bukan untuk usaha di kampung? Sekali lagi, jika usaha ini cukup berkembang, kamu bisa menambah karyawan ataupun peralatan pencucian lainnya yang lebih memadai.

3.      Menjual gorengan dan warung kopi

Gorengan menjadi buruan utama warga kampung sebagai camilah di siang hari kala beristirahat. Kenikmatannya ini seringkali dipadukan dengan segarnya seduhan kopi hangat yang menenteramkan pikiran.

Warung seperti ini biasanya awet dan akan selalu dicari oleh orang-orang di kampung. Apalagi kalau sejak awal sudah bisa mempertahankan cita rasanya, seperti bubuk kopi yang diracik sendiri hingga gorengan yang senantiasa hangat. Hmm pastilah tidak pernah sepi warung kopinya.

Untuk memulai usaha di bidang ini, modalnya cukup murah, bahkan lebih murah daripada berjualan makanan berat. Hitung saja biaya pembelian bubuk kopi dan gula, kemudian bahan-bahan pembuatan gorengan seperti umbi, tempe, tepung, bawang hingga gula merah. Secara keseluruhan hanya mencapai sekitar 500 ribu Rupiah.

Kalau inventarisnya ada meja dan kursi panjang sebagai tempat pelanggan. Selain itu ada cangkir, sendok kecil, piring hingga tudung tempat gorengan. Total semuanya juga hanya 500 ribu saja.

Secara keseluruhan biasa maksimal untuk memulai usaha ini hanya sekitar 1 juta saja dan mentok hanya 3 jutaan.

Nah, kamu mau pilih usaha yang mana ini?

Baca juga Tips Membangun Usaha di Kampung