Tips Menjalankan Usaha di Kampung yang Bikin Sukses

Bisnis

Usaha di Kampung yang Bikin Sukses-Apakah kamu salah seorang yang sedang memulai membuka usaha di kampung?

Kira-kira faktor apa saja yang bisa membuat usahamu menjadi berkembang dan sukses?

Hmmm, sudah dipikirkan apa belum hayoo…

Kalau belum, nggak ada salahnya kamu membaca artikel ini sampai tuntas.

Karena artikel ini akan membahas tentang tips dalam menjalankan usaha di kampung yang bikin sukses.

Apa aja tipsnya? Langsung aja check this out!

usaha di kampung yang bikin sukses

1.      Menekuni bidang usaha yang disukai

Tidak bisa dipungkiri bahwa rasa suka terhadap suatu hal bisa membuat seseorang mampu bertahan melalui semua badai cobaan dalam memulai usaha, cieelah.

Lho itu beneran! Rasa suka adalah modal awal yang harus dimiliki seorang calon pengusaha. Terutama rasa suka terhadap produk yang akan dijual.

Bayangkan saja bila kamu berjualan produk yang tidak kamu suka, wah pastinya tidak akan maksimal jualannya. Karena kamu sendiri saja tidak percaya pada produk yang kamu jual, lalu bagaimana dengan calon konsumenmu?!

Nah, inilah pentingnya rasa suka terhadap suatu produk sebelum kamu menjualnya.

2.      Melakukan improvisasi dan inovasi

Improvisasi adalah modal penting dalam menjalankan bisnis, apalagi bisnis di kampung yang masyarakatnya relatif heterogen.

Berimprovisasi akan membuat usahamu lincah melewati berbagai macam hambatan dalam perjalanannya. Tapi bukan berarti kamu berhenti belajar, karena berimprovisasi biasanya satu paket dengan proses belajar yang tidak boleh berhenti ketika menjalankan bisnis.

Lalu bagaimana dengan inovasi?

Inovasi adalah hasil dari improvisasi yang dijalankan dalam sebuah usaha atau bisnis. Inovasi sangat dibutuhkan agar pasaran produk senantiasa berkembang dan tidak mandeg di tempat yang itu-itu saja.

Selaini itu, inovasi juga dibutuhkan untuk membuat produk semakin baik dan dapat diterima masyarakat secara meluas.

Misalnya nih, dulu bentuk teflon penggorengan berupa lingkarang dengan ruang dibawahnya. tapi sekarang setelah ada inovasi dari perusahaan, bentuk teflon berubah menjadi ada tutupnya, sehingga dapat digunakan membolak-balikkan makanan tanpa takut tumpah seperti dulu.

3.      Teliti dengan pengeluaran serta pemasukan

Pemasukan maupun pengeluaran dalam menjalankan usaha harusnya memang dicatat secara rinci.

Tidak hanya dicatat, bahkan musti dihitung juga.

Meskipun usahamu baru dirintis dan belum begitu besar, adanya proses pembukuan ini sangat berperan menentukan sukses tidaknya usahamu kedepan.

Adanya perhitungan ini juga akan membantumu menganalisa pemasaran produk, seperti mana produk yang paling banyak dicari dan mana produk yang tidak banyak memberikan keuntungan.

Kalau kamu ingin membangun usaha di kampung yang bikin sukses, maka kamu wajib melakukan pencatatan serta perhitungan di bidang ini!

4.      Melakukan pemasaran menggunakan strategi tertentu

Proses pemasaran di kampung memang susah-susah gampang. Komposisi serta jumlah penduduk yang tidak bertambah, bisa membuat pendapatanmu stagnan bahkan tidak berkembang.

Lalu, adakah solusi untuk mengatasi masalah ini?

Ada dong! Caranya adalah menyusun strategi pemasaran yang tepat dijalankan di kampung.

Bahkan kamu bisa memperluas area pemasaran hingga ke kampung-kampung tetangga. Adanya teknologi pemasaran online akan sangat membantumu memasarkan produk bila kamu paham penggunaannya.

Jadi, jangan lupa mempersiapkan strategi dulu sebelum bertempur!

5.      Bekerja sama dengan orang yang tepat

Setiap usaha yang baru dirintis memang seringkali membutuhkan partner yang tepat. Ingat ya yang tepat, bukan yang sangat sangat pinter sehingga kamu gagal menjalin komunikasi dengannya.

Kriteria partner yang tepat ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan usahamu. Di sisi lain, kamu juga bisa menyesuaikan dengan kelemahanmu dalam memimpin usaha.

Karena tidak bisa dipungkiri, setiap orang selalu memiliki kelemahan dalam memimpin. Nah, tugas partner adalah mengisi bagian yang kosong dalam kepemimpinan tersebut.

Bagiamana, sudah siap belom membangun usaha di kampung yang bikin sukses?

Baca juga Tips Membangun Usaha di Kampung

Ide Usaha di Kampung dengan Modal Kecil

Bisnis

Membangun usaha di kampung dengan modal kecil menjadi dambaan banyak orang. Apalagi bila keuntungan yang akan didapatkan lebih dari cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tentunya hal itu sangat berpotensi meningkatkan kesejahteraan saat hidup di kampung.

Lalu apakah ada usaha di kampung yang membutuhkan modal kecil? Tidakkah semua usaha yang baru dirintis membutuhkan modal yang besar?

Wah ternyata ada lho usaha yang membutuhkan modah relatif kecil.

Dan usaha seperti ini pun cenderung lebih mudah bila dijalankan di kampung, sehingga cocok untuk dicoba.

Ini dia beberapa usaha yang bisa kamu jalankan dengan modal cukup kecil, check it out!

usaha di kampung modal kecil

1.      Ternak ayam potong

Usaha ternak ayam potong membutuhkan modal yang relatif kecil dibanding usaha lainnya.

Pertama, sediakan lahan kosong yang jauh dari pemukiman warga. Tujuannya adalah agar limbah ayam tidak mengganggu pemukiman. Untuk lahan kosong ini, kamu bisa memanfaatkan areal kebon belakang rumah.

Kedua, buatlah kandang ayam dengan memanfaatkan bambu yang melimpah di kampung. Ukuran kandang bisa menyesuaikan dengan jumlah ayam yang hendak kamu beli.

Satu ekor anak ayam biasanya dihargai sekitar 7000 Rupiah. Kamu bisa membeli dalam jumlah 50 s.d 60 ekor dahulu. Mengingat masih dalam tahap merintis, sehingga jangan terlalu banyak dulu.

Jangan lupa untuk membeli pakan serta vitamin yang dibutuhkan. Lengkapi juga kandang ayam dengan penerangan yang memadai.

Nah, biaya untuk merintis usaha ternak ayam potong ini sekitar 5 jutaan. Keuntungannya per bulan bisa mencapai dua kali lipat dari modal awal. Bila terus berkembang, bukan tidak mungkin kamu bisa mendapatkan pendapatan bersih senilai 10 juta perbulan. Ini juga tergantung dari fluktuasi harga daging di pasaran setiap harinya.

2.      Usaha cuci motor

Untuk menjalankan usaha cuci motor, dibutuhkan tempat yang strategis alias dekat dengan lalu lintas antar desa. Pemilihan tempat ini sangat berpengaruh dengan lancar tidaknya usaha. Oleh karena itu, jangan sampai salah pilih ya..

Sebagaimana usaha ternak ayam potong, usaha cuci motor juga membutuhkan modal yang tidak terlalu besar.

Kamu hanya perlu membeli beberapa peralatan pendukung seperti mesin stream dan kompresor sebagai peralatan utamanya. Untuk peralatan pendukung ada kanebo, sikat, dan kain lap. Sedangkan untuk sarana pencuciannya ada busa, shampoo, serta semir ban.

Modal awal untuk memulai usaha ini hanya sekitar 7 jutaan.

Cukup murah bukan untuk usaha di kampung? Sekali lagi, jika usaha ini cukup berkembang, kamu bisa menambah karyawan ataupun peralatan pencucian lainnya yang lebih memadai.

3.      Menjual gorengan dan warung kopi

Gorengan menjadi buruan utama warga kampung sebagai camilah di siang hari kala beristirahat. Kenikmatannya ini seringkali dipadukan dengan segarnya seduhan kopi hangat yang menenteramkan pikiran.

Warung seperti ini biasanya awet dan akan selalu dicari oleh orang-orang di kampung. Apalagi kalau sejak awal sudah bisa mempertahankan cita rasanya, seperti bubuk kopi yang diracik sendiri hingga gorengan yang senantiasa hangat. Hmm pastilah tidak pernah sepi warung kopinya.

Untuk memulai usaha di bidang ini, modalnya cukup murah, bahkan lebih murah daripada berjualan makanan berat. Hitung saja biaya pembelian bubuk kopi dan gula, kemudian bahan-bahan pembuatan gorengan seperti umbi, tempe, tepung, bawang hingga gula merah. Secara keseluruhan hanya mencapai sekitar 500 ribu Rupiah.

Kalau inventarisnya ada meja dan kursi panjang sebagai tempat pelanggan. Selain itu ada cangkir, sendok kecil, piring hingga tudung tempat gorengan. Total semuanya juga hanya 500 ribu saja.

Secara keseluruhan biasa maksimal untuk memulai usaha ini hanya sekitar 1 juta saja dan mentok hanya 3 jutaan.

Nah, kamu mau pilih usaha yang mana ini?

Baca juga Tips Membangun Usaha di Kampung

Ide Usaha di Kampung dengan Tanpa Modal

Bisnis

Ih judulnya clickbait banget deh!

Mana ada coba usaha yang dijalankan tanpa modal, meskipun itu di kampung?!

Kalau kamu masih memegang pertanyaan tadi sebagai pernyataan umum, wah kamu pasti belum pernah baca atau mengalaminya sendiri ya..

Dari semua jenis usaha yang membutuhkan modal besar, ternyata ada juga usaha yang bisa dijalankan dengan tanpa modal.

Lha kok ada?!

Iya ada. Biasanya jenis usaha yang tanpa modal ini lebih menekankan pada penawaran jasa, sehingga tidak tampak mengeluarkan uang sebagai modal utama.

Yang dimaksud tanpa modal pada tulisan ini adalah tanpa modal uang. Tapi, modal dalam bentuk skill tetap dibutuhkan, seperti skill marketing, skill mengoperasikan komputer hingga skill memotong rambut.

Kalau kamu penasaran dengan jenis usahanya, yuk mari jelajahi ide-ide bisnis tanpa modal yang cocok dijalankan di kampung berikut ini.

1.      Merintis usaha di kampung tanpa modal dengan menjadi dropshipper

Tidak diragukan lagi bahwa menjadi dropshipper adalah langkah mudah memulai bisnis tanpa modal uang.

Sistem dropshipper memungkinkan kamu untuk mengiklankan produk tanpa harus membeli terlebih dahulu. Sebagai keuntungannya, kamu bisa menambahkan harga jual produk tersebut.

Nah, meskipun kamu tinggal di kampung, kamu tetap bisa lho mencoba usaha yang satu ini.

Adanya teknik pemasaran secara online yang tida mengenal batas wilayah, akan sangat membantumu bila kamu mampu menjalankannya.

Tinggal pilih satu jenis atau dua jenis produk andalanmu dan optimasikan. Akan lebih baik lagi bila kamu menjual produk lokal dari kampungmu. Hitung-hitung juga bisa membantu menaikkan omset penjualan produk lokal kan ya.

Gimana, kamu tertarik?

2.      Membuka jasa les penunjang sekolah formal

Membuka les untuk menunjang pembelajaran di sekolah formal tidak membutuhkan modal uang lho. Kamu hanya perlu menguasai materi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet.

Buatlah modul penunjang untuk membantumu dalam proses pembelajaran. Kumpulkan soal dari beberapa tingkatan sebagai bahan belajar.

Promosikan jasamu ke tetangga terdekatmu. Apabila prestasi dari para siswa bisa naik maka bisnismu akan terus direkomendasikan oleh para orang tua siswa.

Jagalah harganya tetap stabil dan bersungguh-sungguhlah dalam mengajar. Untuk mengejar tambahan pendapatan, kamu juga bisa sekali-kali menawarkan les privat di lain tempat.

Jadi, sudah siapkah kamu dipanggil sebagai kakak tutor? Hehe…

3.      Menjadi Youtuber

Modal menjadi Youtuber adalah kreativitas dan keberanian. Sudah itu saja!

Lah masa?

Iya dong. Untuk bisa menjadi seorang Youtuber yang dikenal maka kamu musti menjadikan videomu layak ditonton banyak orang. Tentunya tidak menjual sensasi maupun hal-hal negatif lainnya.

Kamu bisa membuat konsep video tentang kehidupan di kampung. Ambil bagian-bagian uniknya yang bisa memberikan pelajaran bagi banyak orang. Atau bisa juga berisi tutorial benda-benda yang bermanfaat untuk menunjang pekerjaan di kampung.

Pokoknya eksplor terus deh yang bertemakan perkampungan!

Nah ketika kamu sudah menemukan konsep video yang menarik, maka kamu tinggal mengeksekusinya.

Kamu bisa memanfaatkan kamera handphone untuk merekam videomu. Kemudian editlah video tersebut sedemikian rupa. Pastikan videomu tidak membosankan ketika kamu sendiri menontonnya.

Cukup mudah bukan?!

Terakhir, promosikan channel Youtubemu ke teman-teman terdekat. Jika mereka merasakan manfaat atau bahkan terhibur dengan kontenmu, maka kamu bisa meminta mereka untuk subscribe dan membagikannya kembali.

Hanya saja, kamu perlu memiliki kesabaran dan konsistensi untuk membuat channelmu semakin berkembang dan akhirnya bisa mendatangkan pengiklan.

So, jangan sampai melewatkan kesempatan emas ini ya gengs…

Selain ide-ide tentang usaha di kampung tanpa modal, kamu bisa baca juga Tips Membangun Usaha di Kampung

Tips Membangun Usaha di Kampung yang Sepi

Bisnis

Membangun usaha di kampung memang susah-susah gampang. Kalau dibilang gampang memang benar karena tidak banyak saingan dan modalnya relatif kecil. Tapi kalau mau bilang susah ya memang susah karena kendala-kendala kecil yang seringkali menghadang.

usaha di kampung yang sepi

Salah satu kendalanya adalah usaha di kampung yang sepi karena pangsa pasar yang itu-itu saja. Hal ini ditandai dengan omset yang terus menurun dalan kurun waktu yang panjang. Namun, sebelum menjadi sebuah kebangkrutan usaha, ada beberapa saran yang bisa kamu terapkan untuk membuat usahamu bangkit kembali.

Apa saja sarannya?

Langsung aja, check this out

1. Mengatasi usaha di kampung yang sepi dengan melakukan promosikan lewat media sosial

Seringkali usaha di kampung hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat satu kampung saja. Padahal peluang untuk menjadikannya semakin berkembang sangat besar.

Nah, salah satu cara untuk membuat usaha di kampung yang sepi menjadi ramai adalah dengan mempromosikannya ke kampung tetangga. Adanya sosial media seperti WhatsApp dan Facebook bisa kamu manfaatkan untuk memperkenalkan produk apa saja yang kamu jual.

Gunakan foto-foto yang menarik untuk mendukung postinganmu, agar orang-orang lebih tertarik.

2. Menjual barang yang paling banyak dibutuhkan, kemungkinan besar akan laris!

Bila kebetulan usaha yang kamu rintis adalah usaha sembako, maka kamu bisa menjual barang-barang tertentu yang paling dibutuhkan lingkungan sekitarmu.

Pilihlah satu barang yang tidak dijual di toko kompetitormu. Kemudian letakkan di tempat yang mudah dilihat orang. Sesekali tawarkan pada pembeli di toko dan sebutkan keunggulannya.

Bila menarik dan banyak dibutuhkan, maka biasanya barang tersebut akan laris.

3. Memastikan harga lebih murah sebagai cara jitu mengatasi usaha di kampung yang sepi

Pada umumnya, menjual dengan harga yang lebih murah bisa membuat produkmu banyak dilirik oleh konsumen. Namun, meski produk dijual dengan harga lebih murah bukan berarti kualitas produk dianggap lebih buruk.

Kamu bisa memangkas keuntungan lebih sedikit dan menjadikan usahamu semakin besar. Lah kok bisa?

Bisa dong, karena produkmu terkenal dengan harganya yang relatif murah, maka akan semakin banyak orang yang membelinya. Kondisi inilah yang berpotensi untuk membuat usahamu semakin berkembang.

Jangankan di kampung yang sepi, di kampung yang ramai pun juga akan banyak dicari orang.

Kamu pasti akan terheran-heran menemui penjual nasi goreng di dekat tempat angker tapi larisnya luar biasa. Itu bisa jadi karena rasanya yang sangat enak. Atau bisa juga karena harganya yang murah dan rasanya lumayan enak.

Bahkan ketika usahamu sudah berkembang pun, tetap pertahankan harga yang stabil. Hal ini untuk menjaga agar konsumen tetap setia dengan produkmu.

4. Memulai usaha di awal hari untuk menjaring lebih banyak konsumen

Tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang di kampung memiliki pola hidup sering bangun pagi. Biasanya mereka sudah mulai beraktifitas seperti memasak maupun membersihkan rumah di jam-jam awal.

Nah kamu sebagai pelaku usaha sudah semestinya untuk menyesuaikan diri dengan pola ini.

Apalagi bila usaha yang kamu rintis berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan mereka, maka tidak bisa tidak kamu harus memberikan pelayanan di awal hari.

Meskipun agak aneh, tapi cara ini efektif untuk membuat usahamu dikenal oleh banyak orang. Karena orang-orang akan langsung ke tokomo bila membutuhkan produkmu.

Bagaimana, sudah siap belum membuat usahamu yang sepi di kampung menjadi semakin ramai dan berkembang?

So, jangan mudah berputus asa ya dan terus lakukan inovasi.

Baca juga Tips Membangun Usaha di Kampung

Tips Membangun Usaha di Kampung

Bisnis

Ada alasan-alasan tertentu mengapa seseorang memutuskan untuk membangun usaha di kampung.

Usaha di kampung

Membangun usaha di kampung halaman seringkali menjadi pilihan utama bagi orang-orang yang sudah jenuh bekerja di kota. Tekanan yang tinggi dan gaji yang tak kunjung naik adalah hal yang seringkali dikeluhkan pekerja di kota. Selain itu, rutinitas yang monoton dan posisi yang sudah lama jauh dari keluarga bisa menjadi pendorong untuk pulang kampung dan membangun usaha.

Terkadang ada juga yang sudah sejak lama menjadi tenaga kerja asing, hingga akhirnya ingin pulang dan memulai usaha dengan modal dari hasil bekerja di luar negeri.

Ada lagi yang pandai membaca peluang dengan menginisiatif berdirinya kampung wisata.

Selain beberapa alasan diatas, masih banyak alasan-asalan pendorong mengapa seseorang bisa memutuskan untuk membangun usaha di kampung.

Terkadang memang pilihan untuk membuka usaha di kampung sangat besar prospeknya.

Kalau sudah enggak kepingin kerja dimana-mana, ya lebih baik memang mulai membangun usaha di kampung. Syukur kalau usaha itu bisa berkembang dan mampu mempekerjakan masyarakat sekitar.

Bila kamu termasuk salah satu dari orang yang ingin membangun usaha di kampung, maka kamu musti membaca hingga tuntas artikel ini!

Orang bilang, modal paling utama dari merintis sebuah bisnis adalah pengetahuan dasar.

So, galilah informasi sedalam-dalamnya dan belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Mengapa perlu membangun usaha di kampung?

Siapa bilang bahwa sebuah bisnis atau usaha hanya bisa dilakukan di kota-kota besar?!

Selama ini, bisnis memang seolah-olah hanya bisa dijalankan di kota besar, karena disana ada pasar yang besar serta sumber daya manusia yang memadai.

Tapi, belakangan ini terjadi tren yang sebaliknya.

Di daerah-daerah atau kota kecil mulai bermunculan usaha kecil menengah atau UKM yang berhasil menyerap tenaga kerja di sekelilingnya.

UKM berdiri dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia melimpah di sekelilingnya.

UKM ini adalah bukti, bahwa sebuah bisnis tidak melulu harus didirikan di kota besar.

Adanya sistem pemasaran secara online, semakin mendukung keberlangsungan jenis usaha yang berlokasi di pelosok ini.

Selain sistem pemasaran yang semakin luas, membangun usaha di kampung bisa mengembangkan ekonomi daerah.

Jadi, apakah usaha di kampung bisa berkembang dengan baik?

Hmm, berikut ini pemaparannya.

Membangun usaha di kampung bisa menjadi salah satu upaya untuk memeratakan perekonomian daerah.

Apabila kampung bisa menjadi pusa ekonomi yang mampu menyejahterakan masyarakatnya, bukan tidak mungkin bahwa perekonomian suatu daerah ikut berkemabang.

Jika usaha sudah mulai berkembang, secara otomatis akan membutuhkan tenaga pendukung. Kondisi itu mendukung untuk dibukanya lapangan kerja untuk orang-orang di sekeliling kampung.

Di sisi lain, dalam skala lokal, sebuah bisnis yang didirikan di kampung cenderung tidak memiliki saingan yang besar.

Andaikan ada saingan pun, tentu akan bisa menjadi branding tersendiri untuk daerah itu. Contohnya, sentra industri kerupuk biasanya digerakkan di oleh banyak orang dalam satu kampung.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah, apakah di kampung memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan?

Tentu saja ada! Banyak potensi di kampung yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Potensi ini seringkali tersembunyi dan tidak banyak diketahui bahkan oleh warganya sendiri.  

Misalnya dari segi sumber daya manusia, orang-orang di kampung cenderung tangguh dan bersedia mengerjakan pekerjaan berat sebagaimana ketika di sawah. Selain itu, orang-orang di kampung juga lebih mudah mengikuti aturan yang diberlakukan di perusahaan, sehingga akan menjadi pendukung yang bagus agar perusahaan semakin berkembang.

Dari segi geografisnya, juga bisa menjadi peluang yang lebih besar dengan sentuhan kreativitas. Kampung yang tidak subur tidak berarti menjadi daerah yang miskin untuk masa sekarang.

Contohnya saja, daerah yang sering dilanda kekeringan bisa dijadikan sebagai sentra industri kecil kerajinan keramik. Bahan-bahan dari keramik bisa didapatkan di sekelilingnya. Selain itu, bisa juga dijadikan tempat wisata edukasi pembuatan keramik untuk anak-anak sekolah.

Kira-kira apa lagi ya keuntungan membangun usaha di kampung?

Ada yang kelupaan nih sepertinya dengan keberadaan anggota keluarga.

Yup benar, membangun usaha di kampung akan membuatmu semakin dekat dengan keluarga. Hal ini sekaligus mematahkan stigma bahwa untuk menghidupkan ekonomi harus merantau jauh ke kota.

Selagi mengurusi usaha, kamu bisa senantiasa dekat dengan keluarga di rumah. Bahkan mereka bisa membantumu untuk mengurusi bisnis. Kurang enak apa coba?!

Jadi sudah paham kan, mengapa kamu perlu membangun usaha di kampung?

Ya itu tadi jawabannya, karena di kampung ada banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan.

Hal apa saja yang dibutuhkan untuk bisa membangun usaha di kampung?

Usaha di kampung

Tidak terlalu banyak hal yang bisa kamu butuhkan untuk membangun usaha di kampung.

Kalau dari segi materi pun, kamu juga bisa lho membangun usaha dengan modal minim.

Tapi sebelum itu, ada perangkat-perangkat lain yang musti kamu persiapkan dengan matang.

Apa aja? Ini dia jawabannya

  1. Kepekaan

Kepekaan dibutuhkan untuk melihat potensi di kampungmu. Dari segi sumber daya manusianya seperti apa. Kemudian dari segi sumber daya alamnya juga seperti apa.

Kamu bisa lho memanfaatkan potensi di kampungmu untuk dijadikan bisnis.

Oleh karena itu, jadilah lebih peka dengan sekitar.

  • Kreativitas

Kreativitas adalah bekal utama untuk mengembangkan sumber daya di kampung. Dengan menggunakan kreativitas, kamu akan bisa menciptakan produk unik yang jarang ditemui di pasaran.

  • Ilmu marketing online

Ilmu marketing online adalah skill yang wajib dikuasai untuk mengembangkan bisnis di era digital seperti sekarang. Ilmu marketing online akan sangat bermanfaat dalam memasarkan produk hingga ke luar daerah. Jadi pasaran produkmu nggak hanya daerah itu-itu aja ya…

  • Jiwa kepemimpinan

Jiwa kepemimpinan wajib dimiliki siapa saja yang hendak membangun bisnis, utamanya di kampung. Hal itu karena setiap bisnis memiliki tantangan yang berbeda, sehingga membutuhkan mental yang tangguh saat mengalami jatuh bangun.

So, are you ready to start the business?!

Apakah cukup bermodalkan uang 3 juta?

Kebanyakan orang di kampung selalu berpikir bahwa untuk memulai sebuah bisnis dibutuhkan modal yang cukup banyak.

Itu bisa jadi benar sih kalau setting waktunya jaman dulu.

Emang kalau sekarang bagaimana?

Kalau sekarang lebih istimewa dong pastinya.

Karena ternyata, tidak perlu modal yang banyak untuk memulai bisnis di kampung.

Bahkan kalau kamu mampu, kamu hanya perlu bermodalkan rasa suka dan pengetahuan soal produk yang cukup.

Masa bisa sih?!

Kalau kamu ragu, kamu bisa langsung mencobanya!

Tapi sebelum itu, mari kita berhitung dahulu, modal apa saja yang diperlukan untuk memulai bisnis di kampung.

Modal utamanya adalah rasa suka terhadap produk yang hendak dijual. Mengapa rasa suka? Karena rasa suka inilah yang akan menguatkan mental ketika proses membangun bisnis.

Selanjutnya, pengetahuan yang cukup, baik itu tentang produk, potensi daerah, sumber daya manusia maupun tekni pemasaran. Pengetahuan ini sangat penting untuk terus dikembangkan agar bisnis senantiasa bertahan bahkan berkembang.

Yang terakhir, barulah modal uang yang sifatnya bisa sangat fleksibel. Mengapa bisa demikian? Karena pada masa sekarang banyak sekali pilihan bisnis yang bisa dijalankan tanpa modal banyak.

Contohnya saja dropshipper. Apabila di sekeliling rumahmu di kampung ada yang memproduksi makanan atau barang yang unik, kamu bisa mencoba untuk menjualnya dengan sistem dropshipper.

Caranya adalah dengan menggunakan sistem pemasaran secara online, sehingga pasarnya bisa luas.

Sedangkan untuk reseller, kamu hanya perlu membeli sedikit produk contoh untuk kemudian dipromosikan.

Nah, apakah uang 3 juta cukup untuk modal?

Lebih dari cukup lah. Kamu hanya tinggal memilih model bisnis apa yang kamu minati.

Apa tantangan membangun usaha di kampung?

Usaha di kampung

Meskipun tampaknya aman-aman saja, memulai usaha di kampung memiliki tantangan tersendiri.

Tantangan tersebut bisa berasal dari masyarakatnya yang cenderung kurang bisa menerima perubahan. Bisa juga berasal dari keterbatasan sumber daya pembuatan produk.

Selain kedua hal tesebut, ada lagi kendala yang berasal dari macetnya sistem pemasaran, modal uang yang tiba-tiba habis, kurang tepatnya strategi dagang dan masih banyak lagi.

Satu atau dua diantara kendala tersebut tentunya banyak dialami oleh orang-orang yang membangun bisnis di kampung.

Lalu cara menyelesaikannya bagaimana?

Satu-satunya cara yang selalu diterapkan para pebisnis dimanapun berada adalah terus belajar, berusaha bangkit dan tetap mencari celah.  

Siapa yang bisa diajak bekerja sama dalam membangun usaha di kampung?

Siapa coba?

Apakah tetangga samping rumah? Apakah pak RT? Ataukah Pak Lurah?

Jawabannya benar semua.

Tapi lebih baik pilih yang paling tepat. Nah lho siapa lagi itu?

Pilihlah orang yang paling potensial untuk diajak bekerjasama. Orang itu bisa berstatus sebagai sahabat dekatmu, bisa produsen produk lokal, atau bisa juga petani tulen.

Pilihanmu untuk bekerjasama dengan siapa mustinya disesuaikan dengan jenis bisnis yang hendak kamu jalankan.

Sangatlah penting untuk memilih orang yang tepat ketika baru merintis usaha, karena berpengaruh dengan tingkat keberhasilan.

Oh iya, kamu juga musti membedakan mana orang yang mampu diajak berkolaborasi membangun usaha dan mana orang yang bisa dijadikan karyawan.

Semoga berhasil!

Ide usaha di kampung

Tidak semua jenis usaha bisa dilakukan di kampung, tergantung dari ketersediaan sumber dayanya. Tapi, ada jenis-jenis usaha yang seringkali dijalankan oleh orang-orang di kampung.

Kamu bisa mencoba salah satu diantara ide usaha berikut ini.

Ingat, pilihlah yang paling kamu sukai model bisnisnya!

Langsung aja, baca listnya berikut ini

1.      Jual sayur

Coba tebak, berapa kira-kira jumlah penjual sayur yang ada di kampung?

Jawabannya adalah puluhan, dan bahkan ratusan.

Pangsa pasar para penjual sayur memang luas. Selain itu, sayur juga selalu dibutuhkan oleh semua elemen masyarakat, sehingga usaha jenis ini cenderung sederhana dan mudah.

Tapi di sisi lain, kompetitornya pun juga luar biasa banyak. Jadi harus pintar-pintar dalam mengelola usaha.

Kualitas sayur, jenis-jenis sayur, harganya serta luas dan sempitnya pasaran sangat berpengaruh pada keberlangsungan penjualan.

Kamu juga bisa menambahkan sayur-sayur organik atau menerima jasa antar sayuran sebagai salah satu bentuk kreativitas dalam berjualan sayur

2.      Distributor beras

Sudah bukan waktunya lagi beras hanya dikonsumsi sendiri.

Beberapa orang dari kampung utamanya yang menjadi pusat pertanian, banyak yang memulai usaha menjual beras kemasan.

Sebenarnya ada mesin khusus untuk memilah mana beras yang kualitasnya baik dan masih utuh serta mana beras yang sudah terpecah-pecah. Selain itu ada pula mesin poles yang membuat beras tampak bersih dan kesat.

Namun, kalau kamu belum cukup memiliki modal untuk membeli peralatan tersebut, kamu cukup menjual beras dengan kemasan per kilogram atau bahkan tidak perlu.

Yang paling penting dari bisnis ini adalah menemukan konsumen yang tepat dan tentu saja proses pengiklanan yang masif.

Ada yang kurang?

Oh iya, buatlah brand untuk produk berasmu agar lebih mudah untuk diiklankan.

3.      Konter

Membuka konter di kampung bisa jadi pilihan yang bagus atau bahkan sebaliknya.

Konter di kampung tidak memungkinkan untuk menjual handphone ataupun perangkat elektronik lainnya yang berharga agak tinggi.

Lalu apa dong yang bisa dijual di konter yang berlokasi di kampung?

Pulsa ! Di kampung, konter dengan harga lebih murah pasti akan mendapat banyak pelanggan

Apa lagi?

Tentu saja paketan internet, pernak pernik handphone yang berharga miring dan service.

Tahukah kamu, kalau di kampung orang yang mampu memperbaiki atau menservice handphone sangat dibutuhkan. Karena biasanya yang bisa hanyalah konter-konter di pusat kota, sehingga jasa mereka amat di butuhkan di desa.

Jangan lupa promosikan dari mulut ke mulut ya, pasti sangat efektif.

4.      Jualan sembako

Yang satu ini banyaaak sekali saingannya. Tetapi toko yang lebih murah tetap menjadi dambaan warga di kampung!

Kalau bisa lagi, selain murah ya harus lengkap tokonya.

Meskipun barang-barang yang dijual menggunakan sistem ecer, dijamin akan tetap laris bila harganya terjangkau.

Toko sembako tentunya menjual aneka sembako. Namun biasanya ada juga yang merangkap dengan berjualan sayur dan aneka gorengan.

Kamu juga bisa lho menjalankan bisnis ini.

Agar berbeda dan dikenal masyarakat luas, kamu musti menjual satu atau dua barang yang tidak ditemukan di toko sembako yang lain.

Keuletan dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam menjalankan bisnis ini.

5.      Potong rambut

Jasa potong rambut memang tidak selalu ada di setiap kampung.

Untuk menjalankan bisnis ini, kamu bisa memilih tempat yang strategis dan mudah ditemukan.

Hal ini memungkinkan pelangganmu tidak hanya berasal dari tetangga satu kampung, tetapi juga bisa berasal dari kampung-kampung tetangga.

Tidak perlu mematok harga yang mahal untuk jasa potong rambut di kampung. Sebaliknya, kamu hanya perlu mengambil upah sewajarnya.

Sebagai gantinya, kamu bisa mengembangkan salonmu dengan membeli aneka produk penunjang penampilan rambut atau bahkan kosmetik.

Bila berhasil mendapatkan pelanggan tetap, bisnis ini berpotensi menjadi besar lho!
Tapi syaratnya satu, kamu harus terus menerus mengasah skill dengan mengikuti style potong rambut terbaru.

Nah itu tadi hanya sebagian kecil dari banyak pilihan bisnis yang bisa kamu kembangkan di kampung halamanmu. Setidaknya sudah bisa memberikan gambaran kan bagaimana karakteristik bisnis pada umumnya di kampung?

Kamu juga bisa lho memilih jenis bisnis yang lainnya seperti membuka les-lesan atau kursus bahasa Inggris. Sistem pendaftarannya pun bisa dibuat secara online, seperti yang ada di di kursusan online Jago Bahasa

Jadi, apakah kamu sudah yakin mau membangun usaha di kampung?

Kalau sudah yakin, segeralah untuk mencobanya alias jangan menunggu lebih lama lagi. Kumpulkan ilmu sambil belajar. Tidak mengapa kalau sekali atau dua kali merugi, yang penting etos serta semangat kerja harus selalu ditingkatkan.

Kalau usahamu berhasil, kamu tentunya juga bisa mengangkat ekonomi masyarakat di kampungmu. Bukankah hal itu sangat menantang?!