Tips Membangun Usaha di Kampung yang Sepi

Bisnis

Membangun usaha di kampung memang susah-susah gampang. Kalau dibilang gampang memang benar karena tidak banyak saingan dan modalnya relatif kecil. Tapi kalau mau bilang susah ya memang susah karena kendala-kendala kecil yang seringkali menghadang.

usaha di kampung yang sepi

Salah satu kendalanya adalah usaha di kampung yang sepi karena pangsa pasar yang itu-itu saja. Hal ini ditandai dengan omset yang terus menurun dalan kurun waktu yang panjang. Namun, sebelum menjadi sebuah kebangkrutan usaha, ada beberapa saran yang bisa kamu terapkan untuk membuat usahamu bangkit kembali.

Apa saja sarannya?

Langsung aja, check this out

1. Mengatasi usaha di kampung yang sepi dengan melakukan promosikan lewat media sosial

Seringkali usaha di kampung hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat satu kampung saja. Padahal peluang untuk menjadikannya semakin berkembang sangat besar.

Nah, salah satu cara untuk membuat usaha di kampung yang sepi menjadi ramai adalah dengan mempromosikannya ke kampung tetangga. Adanya sosial media seperti WhatsApp dan Facebook bisa kamu manfaatkan untuk memperkenalkan produk apa saja yang kamu jual.

Gunakan foto-foto yang menarik untuk mendukung postinganmu, agar orang-orang lebih tertarik.

2. Menjual barang yang paling banyak dibutuhkan, kemungkinan besar akan laris!

Bila kebetulan usaha yang kamu rintis adalah usaha sembako, maka kamu bisa menjual barang-barang tertentu yang paling dibutuhkan lingkungan sekitarmu.

Pilihlah satu barang yang tidak dijual di toko kompetitormu. Kemudian letakkan di tempat yang mudah dilihat orang. Sesekali tawarkan pada pembeli di toko dan sebutkan keunggulannya.

Bila menarik dan banyak dibutuhkan, maka biasanya barang tersebut akan laris.

3. Memastikan harga lebih murah sebagai cara jitu mengatasi usaha di kampung yang sepi

Pada umumnya, menjual dengan harga yang lebih murah bisa membuat produkmu banyak dilirik oleh konsumen. Namun, meski produk dijual dengan harga lebih murah bukan berarti kualitas produk dianggap lebih buruk.

Kamu bisa memangkas keuntungan lebih sedikit dan menjadikan usahamu semakin besar. Lah kok bisa?

Bisa dong, karena produkmu terkenal dengan harganya yang relatif murah, maka akan semakin banyak orang yang membelinya. Kondisi inilah yang berpotensi untuk membuat usahamu semakin berkembang.

Jangankan di kampung yang sepi, di kampung yang ramai pun juga akan banyak dicari orang.

Kamu pasti akan terheran-heran menemui penjual nasi goreng di dekat tempat angker tapi larisnya luar biasa. Itu bisa jadi karena rasanya yang sangat enak. Atau bisa juga karena harganya yang murah dan rasanya lumayan enak.

Bahkan ketika usahamu sudah berkembang pun, tetap pertahankan harga yang stabil. Hal ini untuk menjaga agar konsumen tetap setia dengan produkmu.

4. Memulai usaha di awal hari untuk menjaring lebih banyak konsumen

Tidak bisa dipungkiri bahwa orang-orang di kampung memiliki pola hidup sering bangun pagi. Biasanya mereka sudah mulai beraktifitas seperti memasak maupun membersihkan rumah di jam-jam awal.

Nah kamu sebagai pelaku usaha sudah semestinya untuk menyesuaikan diri dengan pola ini.

Apalagi bila usaha yang kamu rintis berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan mereka, maka tidak bisa tidak kamu harus memberikan pelayanan di awal hari.

Meskipun agak aneh, tapi cara ini efektif untuk membuat usahamu dikenal oleh banyak orang. Karena orang-orang akan langsung ke tokomo bila membutuhkan produkmu.

Bagaimana, sudah siap belum membuat usahamu yang sepi di kampung menjadi semakin ramai dan berkembang?

So, jangan mudah berputus asa ya dan terus lakukan inovasi.

Baca juga Tips Membangun Usaha di Kampung